Korea Selatan terkenal dengan warisan budayanya yang kaya, termasuk dalam hal kuliner. Salah satu makanan jalanan paling populer yang tidak hanya disukai oleh warga lokal tetapi juga wisatawan mancanegara adalah tteokbokki. Makanan berbahan dasar kue beras ini bukan hanya lezat dan pedas, tapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam dalam masyarakat Korea.
Apa Itu Tteokbokki?
Tteokbokki berasal dari kata tteok yang berarti kue beras, dan bokki yang berarti tumis. Secara umum, tteokbokki adalah potongan silinder kue beras kenyal yang dimasak dalam saus merah berbumbu yang khas, biasanya terbuat dari gochujang (pasta cabai fermentasi). Rasanya manis, pedas, dan gurih cocok untuk lidah siapa pun yang menyukai makanan bercita rasa kuat. Tteokbokki mudah ditemukan di berbagai sudut Korea, mulai dari pasar tradisional hingga restoran modern. Meski terlihat sederhana, proses pembuatan tteokbokki menyimpan tradisi yang menarik untuk dikupas.
Asal Usul dan Evolusi Tteokbokki:
Tteokbokki awalnya merupakan hidangan istana kerajaan selama Dinasti Joseon (1392–1897), dikenal dengan nama gungjung tteokbokki. Versi ini tidak menggunakan cabai, karena cabai belum menjadi bagian dari kuliner Korea saat itu. Tteokbokki versi kerajaan dimasak dengan kecap asin, daging sapi, sayuran, dan minyak wijen lebih mirip tumisan gurih daripada pedas.
Seiring waktu dan pengaruh budaya luar, tteokbokki berevolusi. Pada tahun 1950-an, seorang pedagang di Seoul mulai menambahkan gochujang ke dalam masakan ini, menciptakan rasa pedas yang kini menjadi ciri khas tteokbokki modern. Sejak saat itu, tteokbokki menjadi makanan favorit rakyat Korea, terutama anak muda.
Tradisi Membuat Tteokbokki di Rumah:
Meski kini banyak dijual di luar, membuat tteokbokki di rumah masih menjadi tradisi keluarga, terutama saat perayaan tertentu atau saat berkumpul bersama. Proses ini bukan hanya tentang memasak, tapi juga mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Kue beras (tteok) biasanya dibuat sendiri dari tepung beras yang dikukus dan dibentuk memanjang. Sausnya dimasak dari campuran gochujang, gula, bawang putih, dan kaldu ikan atau rumput laut. Beberapa orang juga menambahkan bahan lain seperti odeng (kue ikan), telur rebus, mie instan (rabokki), atau keju untuk menambah rasa.
Kegiatan membuat tteokbokki bersama ini menciptakan suasana hangat yang mencerminkan nilai kebersamaan dalam budaya Korea.
Tteokbokki Sebagai Ikon Budaya Pop:
Lebih dari sekadar makanan, tteokbokki kini menjadi simbol budaya populer Korea. Dalam drama Korea, variety show, hingga video mukbang di media sosial, tteokbokki sering muncul sebagai makanan favorit tokoh-tokohnya. Bahkan, Korea memiliki festival khusus untuk makanan ini, seperti di Sindang-dong, yang dikenal sebagai "Kota Tteokbokki."
Penutup:
Tteokbokki bukan hanya sekadar camilan pedas yang menggugah selera, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Korea. Dari dapur istana kerajaan hingga jajanan kaki lima, tteokbokki telah melewati banyak perubahan, namun tetap menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan identitas kuliner Korea. Bagi siapa pun yang mencicipinya, tteokbokki adalah rasa yang sulit dilupakan dan tradisi yang patut dihargai.