Tanaman lidah mertua atau dikenal dengan nama ilmiah Sansevieria trifasciata merupakan salah satu tanaman hias yang sangat populer di Indonesia. Selain bentuknya yang indah dan perawatannya mudah, tanaman ini memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan lingkungan, terutama dalam hal membersihkan udara dari polutan berbahaya. Tak heran jika lidah mertua sering disebut sebagai “tanaman penyaring udara alami” dan banyak ditempatkan di dalam ruangan, perkantoran, hingga kamar tidur.
1. Mengenal Tanaman Lidah Mertua
Lidah mertua berasal dari daerah tropis Afrika Barat dan termasuk keluarga Asparagaceae. Ciri khas tanaman ini adalah daunnya yang tegak, panjang, keras, dan memiliki corak hijau kekuningan menyerupai bilah pedang. Selain menarik secara visual, tanaman ini juga sangat tangguh karena mampu bertahan dalam kondisi minim air dan cahaya.
Tanaman ini disebut “lidah mertua” karena bentuk daunnya yang runcing, menyerupai lidah yang tajam sebuah sebutan khas yang menggambarkan kelucuannya dalam budaya masyarakat Indonesia.
2. Penelitian tentang Kemampuan Lidah Mertua Membersihkan Udara
Manfaat lidah mertua dalam membersihkan udara pertama kali dipopulerkan oleh penelitian NASA Clean Air Study pada tahun 1989. Dalam penelitian tersebut, NASA menemukan bahwa beberapa tanaman hias, termasuk Sansevieria, mampu menyerap zat-zat berbahaya di udara seperti:
- Formaldehida, yang berasal dari asap rokok, perabot kayu, dan bahan pembersih rumah tangga.
- Benzena, yang biasa ditemukan dalam cat, tinta printer, dan plastik.
- Xylene dan toluene, yang berasal dari bahan pelarut kimia dan asap kendaraan.
- Nitrogen oksida, yang dihasilkan dari proses pembakaran gas.
Lidah mertua dapat menyerap dan menguraikan zat-zat beracun tersebut melalui proses fotosintesis dan respirasi, sehingga udara di sekitarnya menjadi lebih bersih dan sehat.
3. Produksi Oksigen di Malam Hari
Salah satu keunikan lidah mertua dibanding tanaman lain adalah kemampuannya untuk menghasilkan oksigen pada malam hari. Kebanyakan tanaman hanya melakukan fotosintesis di siang hari, sedangkan lidah mertua tetap aktif menyerap karbon dioksida (CO?) dan melepaskan oksigen bahkan dalam kondisi gelap.
Hal ini disebabkan oleh adanya mekanisme Crassulacean Acid Metabolism (CAM), yang memungkinkan tanaman ini menyimpan karbon di malam hari dan menggunakannya untuk fotosintesis keesokan paginya. Oleh karena itu, lidah mertua sangat cocok ditempatkan di kamar tidur untuk menjaga kualitas udara selama tidur.
4. Manfaat Lain bagi Lingkungan dan Kesehatan
Selain membersihkan udara, lidah mertua juga memiliki beberapa manfaat tambahan:
- Mengurangi debu dan partikel udara, karena permukaan daunnya dapat menangkap kotoran halus.
- Meningkatkan kelembapan udara, terutama di ruangan ber-AC.
- Meningkatkan suasana hati dan konsentrasi, karena udara yang lebih segar dan oksigen yang melimpah membuat otak bekerja lebih optimal.
- Sebagai elemen dekoratif alami, yang memberikan kesan segar, tenang, dan modern pada ruangan.
Tanaman ini juga dipercaya memiliki efek menenangkan, sehingga cocok digunakan dalam ruang kerja, ruang tamu, atau kamar tidur.
5. Perawatan yang Mudah
Salah satu alasan lidah mertua digemari adalah perawatannya yang sederhana. Tanaman ini tahan terhadap panas dan kekeringan, cukup disiram 1–2 kali seminggu, serta tidak membutuhkan banyak sinar matahari langsung. Ia juga bisa tumbuh baik di ruangan tertutup, menjadikannya tanaman ideal bagi masyarakat perkotaan yang sibuk.
Kesimpulan:
Lidah mertua bukan hanya tanaman hias yang mempercantik ruangan, tetapi juga pembersih udara alami yang efektif menghilangkan polutan dan menghasilkan oksigen, bahkan di malam hari. Dengan perawatan yang mudah dan manfaat yang besar bagi kesehatan, tanaman ini layak dimiliki di setiap rumah. Menanam lidah mertua bukan sekadar memperindah ruangan, tetapi juga langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.